Memilih Tidak Menikah untuk Menjaga Orang Tua dalam Perspektif Islam: Apakah Diperbolehkan?







Dalam ajaran Islam, keluarga memiliki peranan sentral dalam kehidupan seorang Muslim. Keutamaan merawat orang tua menjadi salah satu ajaran yang kuat dalam agama ini. Ada contoh-contoh nyata di mana seseorang Muslim memilih untuk tidak menikah guna menjaga orang tua mereka. Namun, pertanyaannya adalah, apakah pilihan ini sesuai dengan nilai-nilai Islam?

Pentingnya Merawat Orang Tua

Surat Al-Isra ayat 23-24 dari Al-Qur'an dengan jelas menggarisbawahi pentingnya berbuat baik kepada orang tua:

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا.

وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا


"Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan 'ah' dan janganlah engkau membentak keduanya, serta ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik. Rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, 'Wahai Tuhanku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua (menyayangiku ketika) mendidik aku pada waktu kecil.'"

Dari ayat ini, kita memahami bahwa merawat orang tua adalah tugas mulia yang harus dijalankan dengan penuh kasih sayang dan hormat. Islam mengajarkan untuk tidak hanya menjaga mereka secara fisik, tetapi juga emosional dan mental. Oleh karena itu, jika seseorang memilih untuk tidak menikah demi fokus pada perawatan orang tua, ini bisa menjadi tindakan yang terpuji dalam Islam.

Pentingnya Pernikahan dalam Islam

Namun, dalam Islam, pernikahan juga memiliki posisi yang sangat penting. Nabi Muhammad SAW mengatakan, "Hai kalian para pemuda! Barang siapa yang mampu menikah hendaklah menikah, karena itu akan membantunya menundukkan pandangannya dan menjaga auratnya." (Al-Bukhari) Hal ini menunjukkan bahwa pernikahan tidak hanya penting dalam rangka memenuhi kebutuhan fisik, tetapi juga dalam menjaga kesucian dan moralitas individu.

Pentingnya pernikahan juga ditekankan dalam hadis lain di mana Nabi SAW berkata, "Pernikahan adalah Sunnahku. Barang siapa menjauhinya, bukan bagian dari umatku." (Ibnu Majah) Dari sini, kita memahami bahwa pernikahan adalah sarana untuk mengikuti teladan Nabi dan menjadi bagian dari umat Islam.

Menjaga Keseimbangan

Dalam pandangan Profesor Muhammad Qatanani, seseorang seharusnya mengupayakan keseimbangan antara kewajiban merawat orang tua dan kemungkinan menikah. Meskipun merawat orang tua adalah tugas yang mulia, Islam juga mendorong pernikahan. Oleh karena itu, menggabungkan keduanya bisa menjadi solusi terbaik. Seseorang dapat mencari pasangan yang juga memahami dan mendukung komitmen mereka terhadap orang tua.

Dengan kata lain, seseorang tidak perlu memilih antara kewajiban merawat orang tua atau menikah. Dalam Islam, keduanya dapat dijalankan seiringan dengan pendekatan yang bijak dan seimbang. Memilih untuk menjaga orang tua dengan penuh kasih sayang sambil juga membangun keluarga melalui pernikahan dapat menjadi wujud nyata dari pemahaman yang holistik terhadap ajaran agama.

Kesimpulan

Dalam Islam, merawat orang tua dan menikah adalah nilai-nilai yang dihargai dan ditekankan. Pilihan untuk tidak menikah guna merawat orang tua adalah langkah yang dapat dihormati dalam konteks perhatian terhadap tanggung jawab filial. Namun, penting untuk diingat bahwa pernikahan juga memiliki tempat penting dalam agama ini. Menggabungkan kedua hal ini dengan bijak dan seimbang dapat menjadi cara terbaik untuk menjalani hidup sesuai dengan prinsip-prinsip Islam.




Tidak ada komentar