Menerima Yang Kecil untuk Meraih Yang Lebih Besar


Harapan terkadang tidak sesuai dengan kenyataan, dan ini yang membuat kita merasa mendapat masalah. Berharap besar tapi ternyata yang kita terima malah sebaliknya. Kecewa sih masih wajar itu manusiawi, tapi jika sampai kita kesal terus meratapi dan marah berlebihan itu tidak baik, malah akan menjadi dosa.

Hasil tidak akan jauh dari usaha yang kita lakukan. Pasti sesuai, tapi kadangkala ada yang sudah berusaha sekuat tenaga dan bekerja keras banting tulang, namun hasilnya tidak memuaskan. Apa sebenarnya yang terjadi? sebelah mana letak kesalahan kita?

Jika peristiwa itu terjadi pada diri kita, lebih baik kita intropeksi diri. Karena dalam meraih impian atau target ada satu hal yang lebih penting selain kerja keras. Apa itu?, Ikhlas dan ketulusan.

Mungkin selama ini kita melalaikan Keikhlasan dan ketulusan dalam berusaha. Kita selalu ingin mencapai target duniawi, semua hasil dihitung secara matematika. Hasil harus bernilai angka dan angka itu harus besar. Sehingga kita sudah merasa bahwa usaha kita sudah maksimal, sudah luarbiasa. Ketika kita menerima hasil yang jauh dari usaha kita yang berangka tinggi menurut kita, pasti akan kecewa akhirnya.

Dan harus dipahami bahwa segala sesuatu yang diakukan tanpa keikhlasan dan ketulusan sebenarnya tidak berproses secara maksimal. Namun jika segala sesuatu yang kita lakukan penuh keikhlasan, maka dalam berusaha kita akan lebih semangat dan tidak tergesa-gesa. Hasilnya InsyaAllah akan sesuai dengan apa yang telah kita usahakan.

Sesuai dengan sabda Rasululloh SAW dalam sebuah hadits:

عَنْ أَمِيْرِ الْمُؤْمِنِيْنَ أَبِيْ حَفْصٍ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ: إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى. فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ.
[رواه إماما المحدثين أبو عبد الله محمد بن إسماعيل بن إبراهيم بن المغيرة بن بردزبة البخاري وأبو الحسين مسلم بن الحجاج بن مسلم القشيري النيسابوري في صحيحيهما اللذين هما أصح الكتب المصنفة]

Dari Amirul Mu’minin, Abi Hafs Umar bin Al Khattab radhiallahuanhu, dia berkata, "Saya mendengar Rasulullah shallahu`alaihi wa sallam bersabda: Sesungguhnya setiap perbuatan ) tergantung niatnya ). Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan. Siapa yang hijrahnya ) karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya. Dan siapa yang hijrahnya karena menginginkan kehidupan yang layak di dunia atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang dia niatkan.

(Riwayat dua imam hadits, Abu Abdullah Muhammad bin Isma’il bin Ibrahim bin Al Mughirah bin Bardizbah Al Bukhari dan Abu Al Husain, Muslim bin Al Hajjaj bin Muslim Al Qusyairi An Naisaaburi di dalam dua kitab Shahih, yang merupakan kitab yang paling shahih yang pernah dikarang).

Maka dari itu dalam setiap usaha yang kita lakukan harus disertai dengan keikhlasan, dengan hati yang tulus percayalah hasil tidak akan bersenjangan dengan usaha kita.

Satu lagi yang perlu kita lakukan untuk meraih hasil yang lebih besar adalah mensyukuri setiap hasil yang kita terima. Walaupun hasil tersebut belum sesuai dengan apa yang kita harapkan. Kita harus yakin bahwa Allah Maha Adil. Dia akan memberikan hasil dari usahakita yang sesuai dan tidak mungkin ada kesalahan.

Yang perlu kita lakukan adalah menysukuri semua yang telah dikaruniakan Allah SWT. Karena setiap kita menerima dengan ikhlas karunia Allah yang kita anggap kecil, itu tandanya kita siap menerima karunia Allah yang lebih besar.

Firman Allah SWT dalam Al-Qur'an:

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لأزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni’mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni’mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”(QS. Ibrohim/14:7)



Wallohu'alam,


ujekawe

Tidak ada komentar