Post Terbaru

52 Kiat Agar Suami Disayang Istri, Bagian 2: Merayu Istri dan Mencandainya



Penulis: Adil Fathi Abdillah

Pernikahan dalam Islam bukan hanya ikatan hukum antara laki-laki dan perempuan, tetapi juga hubungan penuh kasih sayang, kelembutan, dan kebahagiaan. Salah satu rahasia keharmonisan rumah tangga adalah adanya kehangatan emosional, seperti merayu, bercanda, dan menggembirakan pasangan.

Sebagian orang mengira bahwa sikap romantis atau bercanda dengan istri bukanlah hal penting. Padahal, dalam ajaran Islam, hal tersebut justru termasuk bagian dari akhlak mulia dalam kehidupan rumah tangga. Seorang suami dianjurkan untuk bersikap lembut, penuh perhatian, dan mampu membuat istrinya bahagia.

Merayu istri dan mencandainya bukanlah sikap yang merendahkan wibawa seorang suami, tetapi justru menunjukkan kedewasaan, kasih sayang, dan keindahan akhlak dalam keluarga.

Pernikahan Dibangun di Atas Kasih Sayang

Allah Subhanahu wa Ta‘ala menjelaskan bahwa tujuan pernikahan adalah menghadirkan ketenangan dan kasih sayang.

Allah berfirman:


“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu pasangan dari jenismu sendiri agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antara kamu rasa kasih dan sayang.”
(QS. Ar-Rum: 21)

Ayat ini menegaskan bahwa rumah tangga harus diisi dengan mawaddah (cinta) dan rahmah (kasih sayang). Salah satu cara menumbuhkan kedua hal tersebut adalah melalui komunikasi yang hangat, candaan yang baik, dan ungkapan cinta kepada pasangan.

Teladan Rasulullah ﷺ dalam Bercanda dengan Istri

Rasulullah ﷺ adalah teladan terbaik dalam kehidupan rumah tangga. Beliau dikenal sebagai suami yang penuh kasih sayang, lembut, dan tidak segan bercanda dengan istrinya.

Diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata:

“Aku pernah berlomba lari dengan Rasulullah ﷺ dan aku mengalahkannya. Kemudian setelah beberapa waktu ketika tubuhku telah bertambah berat, aku berlomba lagi dengannya dan beliau mengalahkanku. Lalu beliau berkata: ‘Ini sebagai balasan untuk yang dahulu.’”
(HR. Abu Dawud, no. 2578; Ahmad)

Hadis ini menunjukkan bahwa Rasulullah ﷺ tidak kaku dalam rumah tangga. Beliau bercanda, bermain, dan menciptakan kebahagiaan bersama istrinya.

Ini adalah contoh nyata bahwa candaan yang baik dalam rumah tangga adalah sunnah.

Merayu Istri Termasuk Akhlak yang Dianjurkan

Dalam hubungan suami istri, kata-kata lembut dan rayuan yang baik memiliki pengaruh besar dalam menjaga keharmonisan.

Rasulullah ﷺ bersabda:


“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik kepada keluarganya, dan aku adalah yang paling baik kepada keluargaku.”
(HR. Tirmidzi, no. 3895; Ibnu Majah)

Sikap baik kepada keluarga mencakup berbagai bentuk perhatian, termasuk:

  • berbicara dengan lembut
  • memuji pasangan
  • membuat pasangan tertawa
  • menyenangkan hati pasangan

Semua ini termasuk bagian dari mu‘asyarah bil ma‘ruf (bergaul dengan cara yang baik).

Pendapat Para Ulama

Para ulama menjelaskan bahwa sikap lembut dan bercanda dengan pasangan merupakan bagian dari akhlak mulia dalam rumah tangga.

Imam Al-Ghazali rahimahullah berkata:

“Termasuk akhlak yang baik terhadap istri adalah bersikap lembut, bercanda dengannya, dan membuatnya senang.”
(Ihya’ Ulumuddin)

Beliau juga menjelaskan bahwa sikap tersebut akan membuat hubungan suami istri menjadi lebih harmonis dan penuh cinta.

Sementara itu, Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullah ketika menjelaskan hadis tentang Rasulullah ﷺ bercanda dengan Aisyah mengatakan bahwa hadis tersebut menunjukkan:

“Disyariatkannya bersikap ramah dan bercanda dengan keluarga.”
(Fathul Bari)

Manfaat Merayu dan Bercanda dengan Istri


Sikap romantis dan candaan dalam rumah tangga memiliki banyak manfaat, di antaranya:

1. Menguatkan ikatan emosional

Rayuan dan candaan membuat hubungan suami istri lebih hangat dan dekat.

2. Menghilangkan kejenuhan rumah tangga

Kehidupan yang penuh keseriusan tanpa kehangatan dapat menimbulkan jarak emosional.

3. Menumbuhkan rasa dihargai pada istri

Ketika suami memuji atau merayu istrinya, ia merasa diperhatikan dan dicintai.

4. Meneladani sunnah Rasulullah ﷺ

Candaan yang baik dalam rumah tangga termasuk mengikuti teladan Nabi.

Adab Bercanda dalam Islam

Walaupun bercanda dianjurkan, Islam tetap memberikan batasan agar candaan tidak berubah menjadi sesuatu yang tercela.

Beberapa adab bercanda dalam Islam antara lain:

  • tidak mengandung kebohongan
  • tidak menyakiti perasaan pasangan
  • tidak merendahkan atau menghina
  • tidak berlebihan

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sesungguhnya aku juga bercanda, tetapi aku tidak mengatakan kecuali yang benar.”
(HR. Tirmidzi)

Hadis ini menunjukkan bahwa bercanda dalam Islam tetap harus menjaga kejujuran dan akhlak.
Contoh Rayuan Sederhana dalam Rumah Tangga

Merayu istri tidak harus dengan kata-kata yang rumit. Bahkan kalimat sederhana bisa sangat bermakna, seperti:

  • memuji masakan istri
  • mengatakan bahwa ia terlihat cantik
  • mengucapkan terima kasih atas perhatian yang ia berikan
  • mengungkapkan rasa rindu ketika berjauhan

Hal-hal sederhana seperti ini sering kali lebih berharga daripada hadiah besar.

Penutup

Merayu dan mencandai istri adalah bagian dari seni dalam membangun rumah tangga yang bahagia. Islam tidak mengajarkan hubungan yang kaku antara suami dan istri, tetapi hubungan yang penuh cinta, kelembutan, dan kegembiraan.

Rasulullah ﷺ telah memberikan teladan bagaimana seorang suami dapat menjadi pemimpin keluarga sekaligus sahabat yang menyenangkan bagi istrinya.

Karena itu, seorang suami hendaknya tidak pelit dalam memberikan perhatian, pujian, dan candaan kepada istrinya. Sikap sederhana ini bisa menjadi sebab tumbuhnya cinta yang semakin kuat dalam rumah tangga.

Semoga dengan meneladani akhlak Rasulullah ﷺ, setiap keluarga Muslim dapat menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah.

Tidak ada komentar